yang kurasakan saat belajar di rumah
Tokoh: aku (Fany), kedua adik laki-lakiku (Billy dan Mushiel), ayah, ibu dan Dila.
Di pagi hari ku mulai terbangun dari tidurku terdengar suara ayam jantan yang berkokok disitulah aku memulau hariku. Ibuku menyuruhku untuk melaksanakan shalat, lalu membersihkan rumah dan sarapan, setelah itu aku mulai belajar daring.
Drtt, drtt ..... handphoneku mulai berbunyi
Aku: “Duhhh, pagi-pagi sudah ada tugas.”
Mushiel; “Mbak mana hpnya? aku mau liat YouTube.”
Aku: “Jangan dekk! Aku masih mengerjakan tugas.”
Mushiel: “Cepat dong mbak, cepatttt.” (dia pun menangis)
Ibu: “Ada apa sihh? Pagi-pagi sudah bertengkar.” (dengan nada tegas)
Aku: “Adik itu bu, hpnya masih aku buat belajar, malah mau dibuat YouTube-an.”
Ibu: “Sudahlah pinjamkan dulu! Nanti baru kerjakan tugasmu.”
Aku: (meletakkan hp, lalu pergi ke kamar dan menutup pintu)
Ibu: “Gimana sihh? Disuruh mengalah kok ngambek.”
Akupun menangis di dalam kamar. Dalam hatiku aku selalu bertanya-tanya kapan pandemi ini berakhir? Aku ingin kembali sekolah. Aku merasa saat aku belajar di rumah makin hari nggak malah makin pinter, malah makin nggak bisa apa-apa. Tugasku pun belum aku kerjakan, sedangkan hpku masih dipakai oleh adikku.
Aku: “Apa mending aku ngerjakan tugas di rumah mbak Dila aja bu?”
Ibu: “Yaudahlah terserah kamu.”
Aku: “Aku berangkat yaa bu?”
Ibu: “Iyaaa.”
Akupun bergegas pergi ke rumah mbak Dila saudara perempuanku yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Setelah sampai di sana mbak Dila mengajariku mengerjakan tugas dari guruku. Setelah hampir dua jam tugasku pun sudah selesai.
Aku: “Mbak kapan sihh kita sekolah lagi? Aku jenuh di rumah seperti ini.”
Dila: “Aku juga nggak tau sihh. Aku juga jenuh di rumah mulu.”
Aku: “Aku tuh bosen mbak, di rumah dimarahin mulu.”
Dila: “Udah dehh sabar aja, dijalanin dulu.”
Aku: “Udah siang banget nih mbak, aku pulang dulu yaa?”
Dila: “Yaudah pulang sana!”
Aku pun bergegas untuk pulang, saat di perjalanan pulang aku bertemu dengan adik laki-lakiku.
Aku: “Main aja mulu.”
Billy: “Biarin lah anggap aja liburan.”
Aku: “Tiap hari liburrr, tiap hari nggak pernah ngerjain tugas.”
Billy: “Hidup itu harus santaii!”
Aku: “Dasar ga jelas.”
Akhirnya aku sampai di rumah, disitu ada ayahku yang baru pulang kerja.
Ayah: “Dari mana aja? jam segini baru pulang. Di suruh di rumah aja kok malah keluyuran.”
Aku: “Baru aja sampai malah dimarahin.”(menjelaskan semua yang terjadi)
Ayah: “Alasann ajaa!”
Aku pun sudah lelah menjelaskan semuanya. Akhirnya aku pun pergi ke kamar dan beristirahat. Dan inilah kisah ku di rumah, yang selalu mengharapkan sekolah cepat masuk, dan semoga pandemi ini segera berakhir.
nb: sebagian diambil dari kisah nyata, sebagian hanya karangan semata.
Komentar
Posting Komentar